<< Kembali ke Blog

Teknik Menentukan Harga Obat di Apotek

 

Setiap pelaku bisnis siapapun dan dimanapun mereka berada, sudah barang tentu mereka akan menginginkan keuntungan bagi perusahaan yang sedang mereka pegang. Demikian pula para pengusaha yang menambatkan usaha mereka di bidang perapotekan. Mereka akan menggunakan sebuah cara yang sudah tersusun sedemikian sistematis untuk menentukan harga jual obat agar apotek yang mereka jalankan tidak merugi. Nah, dibawah ini beberapa teknik menentukan harga jual obat di apotek yang perlu kalian tahu.

Apotek akan membeli obat dari distributor

Untuk mendapatkan berbagai jenis obat, apotek akan membelinya dari distributor obat-obatan, PBF, atau subdistributor. Disini pihak apotek tidak perlu repot-repot datang ke kantor distributor obat, karena biasanya sales distributor obat ini akan mendatangi apotek-apotek sekaligus memberikan beberapa informasi penting mengenai obat-obatan seperti menawarkan jenis obat terbaru, tanggal kadaluarsa obat, dan tentu saja diskon harga untuk obat yang akan dibeli. Biasanya harga obat yang ditawarkan oleh distributor cukup bersaing dan tentu saja yang paling menguntungkan adalah diskonnya.

Bagaimana bisa diskon?

Pemberian diskon dapat terjadi karena pabrik obat atau distributor sedang dikejar oleh target penjualan yang harusnya mereka penuhi. Biasanya target penjualan ini ada di akhir bulan, jadi pihak apotek pun juga harus bersiap membuat daftar obat-obatan apa saja yang ingin mereka beli. Besaran diskonnya pun tergantung dari jumlah obat yang akan dibeli oleh pihak apotek. Semakin besar jumlah obat yang akan dibeli, jumlah diskon nya juga semakin besar.

Jenis diskon

Pada umumnya distributor akan memberikan diskon sekitar 2,5 % sampai 5% kepada pihak apotek. Untuk pemberian diskon yang lebih dari 5% jarang sekali ada. Namun, terkadang ada beberapa merk obat yang memberikan diskon berupa obat, misalnya saja pihak apotek membeli 10 box obat maka pihak distributor akan memberi bonus 1 box. Selain itu, diskon juga diberikan berdasarkan intensitas pihak apotek dalam membeli obat. Jika pihak apotek sudah langganan maka biasanya diskon yang akan diberikan pun semakin sering.

Pemberian pajak PPN 10%

Teknik Menentukan Harga Jual Obat di apotek selanjutnya adalah dengan menjual obat dengan harga yang sudah ditambah 10% pajak PPN. Hal ini terjadi karena pihak apotek juga perlu membayar pajak PPN yang dibebankan kepada mereka. Namun, harga setiap PPN di setiap apotek adalah tetap dan terstandar. Akan tetapi, tak jarang pula apotek yang mencantumkan harga obat sebelum ditambah dengan harga PPN nya.

Pemberian harga jual apotek

Sebelumnya telah dibahas bahwa apotek juga akan menambahkan 10% PPN disetiap harga penjualan obatnya. Selain tambahan biaya PPN tersebut apotek juga akan menambah harga obat yang mereka jual dengan harga tambahan sesuai dengan kebijakan masing-masing apotek. Karena tentu saja setiap apotek pasti memiliki kebijakan tersendiri. Contohnya penambahan harga sebanyak 10% hingga 80%. Harga tersebut juga tergantung dari obat apa yang dijual, jenis apotek, dan dimana lokasi atau letak apotek tersebut.

Hal tersebut terjadi karena keuntungan apotek di berbagai kota pasti akan berbeda-beda. Ambil saja contoh di kota besar bisa saja keuntungan apotek sangat kecil yaitu berkisar 10-15% karena banyak nya apotek yang ada di kota besar. Akan tetapi, di kota-kota kecil bisa saja keuntungan apotek sangat besar yaitu antara 20% hingga 40% karena minimnya apotek yang ada disana. Namun, perlu digaris bawahi juga bahwa di kota-kota besar biasanya pelanggan juga semakin besar terlebih lagi jika dibandingkan dengan pelanggan yang ada di kota terpencil.

Baca Juga : Contoh perencanaan bisnis apotek bagi pemula

Pemberian Uang Resep atau Jasa

Nilai pemberian uang resep atau jasa ini akan sangat bergantung pada apotek yang melayani. Contohnya, jika satu buah resep akan diberikan biaya jasa sebesar Rp. 500 maka tiap satu obat akan ditambahkan biaya sebesar Rp. 500. Biasanya uang resep atau uang jasa ini akan diberikan kepada apoteker yang kemudian akan dibagi lagi ke asisten apoteker yang telah bersusah payah mempersiapkan obat sekaligus melakukan penghitungan dosis yang tepat. Terlebih lagi seorang apoteker juga mempunyai tugas lain yaitu memberikan informasi, pengetahuan, dan juga komunikasi yang baik kepada khalayak. Selain untuk apoteker biasanya juga uang jasa juga diberikan kepada dokter, namun hal tersebut tergantung pada dokternya mau apa tidak mereka menerima uang jasa tersebut.

Jadi kalian sekarang tak perlu lagi tercengang mengapa harga obat yang dibeli dengan resep cenderung lebih mahal ketimbang obat yang dibeli tanpa menggunakan resep. Nah dibawah ini adalah Teknik Menentukan Harga Jual Obat di apotek yang kamu perlu tahu:

(Harga distributor) + (PPN 10%) + (Harga jual apotek atau margin keuntungan) + ( Uang resep atau jasa lainnya)

Tentunya sebagai seorang pengusaha apotek kita harus mengikuti regulasi terbaru terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tapi tenang saja SwipeRx hadir selalu hadir untuk memperbaharui pengetahuan tentang bisnis apotek. Yuk unduh aplikasinya sekarang jugaΒ disini!

Topik Populer

Video SwipeRx Terbaru

Farmakepo: Benarkah puasa pemicu gangguan pencernaan?

Baca lainnya

Keuntungan menggunakan SwipeRx?

Lebih dari 200,000 tenaga kefarmasian menggunakan fitur-fitur berguna di aplikasi SwipeRx untuk membantu kehidupan profesional sehari-hari mereka.