<< Kembali ke Blog

Contoh Perencanaan Bisnis Apotek Bagi Pemula

Sebagai suatu unit bisnis, sudah selayaknya bisnis apotek juga memiliki dokumen perencanaan bisnis. Seperti perkataan Covello bahwa seorang pemilik bisnis yang gagal membuat perencanaan, maka ia sedang merencanakan kegagalan. Perencanaan bisnis atau business plan adalah dokumen yang memuat informasi detail mengenai suatu ide bisnis, yang mencakup informasi misi, lingkungan internal dan eksternal bisnis, peluang dan hambatan bisnis dan lain-lain. Fungsi perencanaan bisnis ini adalah sebagai alat komunikasi, alat manajemen, dan alat perencanaan.

Tahapan dasar dalam merencanakan bisnis apotek adalah memiliki ide yang  kuat dan unik, baik dari segi operasional bisnis apotek, pelayanan apotek, konsep desain apotek dan lain sebagainya. Semakin yakin anda dengan ide bisnis apotek maka semakin lancar pula proses persiapan pendirian apotek Anda. Contoh dari ide apotek adalah Apotek Barokah dengan ide menjadi apotek yang berfokus pada kesehatan pelanggan terutama penyakit kronis dengan pelayanan tambahan seperti home care dan free delivery untuk member apotek.

Tahap kedua dari perencanaan bisnis apotek adalah menetapkan visi dan misi apotek. Setelah yakin dengan ide bisnis apotek anda, maka buatlah visi dan misi bisnis. Contoh Visi dan Misi Apotek adalah, Visi Apotek Barokah menjadi Apotek Paling Peduli dengan Penyakit Kronis di Kota Bandung, Misi Apotek Barokah : 1) Menyediakan obat-obatan penyakit kronis terlengkap, 2) Mengadakan pelayanan home care, 3) Mengadakan free delivery obat untuk anggota member apotek, 4) Mengadakan alat diagnosis di apotek, 5) Buka selama 16 jam, 6) Menyediakan layanan apoteker on call. Antara ide dan visi misi apotek haruslah memiliki suatu benang merah yang saling mendukung.

Selanjutnya, tahap ketiga adalah rencanakan deskripsi bisnis apotek anda yang sesuai dengan rencana calon lokasi apotek. Deskripsi bisnis apotek dan contohnya seperti dibawah ini:

  • Bagaimanakan tata letak apotek anda, lokasi dan jam operasi apotek ?
    • Tata letak apotek terdiri dari ruangan : Penerimaan resep, Pelayanan Resep dan peracikan, Penyerahan obat, Ruang konseling, Display dan gudang obat
    • Lokasi : Pada Jl Ibrahim Adjie no 123, menyewa satu lokasi bisnis
    • Jam operasi : 07.00 – 23:00 (16 Jam)
  • Berapa jumlah staf apotek anda ?
    • Satu orang Apoteker Penanggung Jawab dan satu orang Tenaga Teknis Kefarmasian
  • Berapa rata-rata jumlah resep per hari ?
    • Jumlah rata-rata resep per hari 150 resep dan rata-rata pembeli  OTC  400 pengunjung. Perkiraan jumlah resep ini didapatkan melalui jumlah market size apotek pada radius 200 meter dan melalui survei jumlah resep pada fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas dan klinik.
  • Sediaan farmasi apa yang sering ditawarkan (menjadi ujung tombak penjualan) ?
    • Obat utama dan penunjang untuk penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, asam urat dan lain sebagainya
    •  

Tahap ke – empat setelah mendeskripsikan bisnis apotek, anda juga harus dapat mendeskripsikan pelaksanaan pelayanan kefarmasian di apotek mulai dari standar operasional dan keunggulan pelayanan, serta pembagian pekerjaan yang jelas antar staf farmasi dan indikator capaian dari pelayanan kefarmasian setiap bulannya. Contoh dari pembagian pekerjaan kefarmasian dan indikator capaian pelayanan sebagai berikut :

Penanggungjawab Tujuan Indikator Target Hasil
Apoteker Menyediakan pelayanan home care Bertambahnya member home care Terdapat 2 member home care setiap bulan Tercapai/Tidak Tercapai
Tenaga Teknis Kefarmasian dan Apoteker Meningkatkan produktivitas pegawai Durasi waktu pelayanan dan waktu tunggu pengunjung Waktu tunggu pasien kurang dari 10 menit

 

 

Durasi pelayanan maksimal 10 menit

Tercapai/Tidak Tercapai

 

Deskripsi mengenai operasional pelayanan kefarmasian ini sangat diperlukan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai dengan visi dan misi apotek Anda. Selain itu, juga diperlukan untuk dapat mengevaluasi kinerja staf apotek anda, jika terdapat indikator yang tidak tercapai anda dapat melakukan evaluasi dan perbaikan. Ketika budaya bisnis ini dapat diterapkan maka dipastikan kualitas pelayanan kefarmasian anda akan terus unggul.

Baca Juga : Tips memilih PBF untuk apotek

Tahapan ke – lima dari perencanaan bisnis apotek adalah membuat rencana marketing atau promosi. Setidaknya dengan perencanaan marketing ini anda dapat menjawab pertanyaan siapakah yang akan membeli setiap jenis sediaan farmasi dan seberapa besar target pasar bisnis apotek anda ? serta siapakah segmen pasar target utama dari apotek anda ? Misalkan pada Apotek Barokah, segmen target pasar utamanya adalah pasien dengan usia lanjut dengan komorbid penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, kolesterol dan lain-lain. Anda dapat membaca artikel kami tentang strategi marketing yang efektif dalam pada bisnis apotek di sini

Tahapan ke enam sampai sembilan mengenai perencanaan keuangan, tim manajemen dan operasional bisnis apotek akan dibahas pada artikel selanjutnya di sini. Jika anda ingin mengetahui informasi lainnya tentang bisnis apotek anda dapat membaca artikel-artikel kami sebelumnya dan bergabunglah dengan kami SwipeRx aplikasi digital pengadaan obat yang menawarkan jaminan 100% produk original dari PBF terpercaya, layanan pengiriman dihari yang sama dengan pemesanan, dan harga yang kompetitif. Daftarkan apotek disini sekarang!

Topik Populer

Video SwipeRx Terbaru

Farmakepo: Benarkah puasa pemicu gangguan pencernaan?

Baca lainnya

Keuntungan menggunakan SwipeRx?

Lebih dari 200,000 tenaga kefarmasian menggunakan fitur-fitur berguna di aplikasi SwipeRx untuk membantu kehidupan profesional sehari-hari mereka.