<< Kembali ke Blog

Marketing di berbagai Industri, Bagaimana dengan Industri Farmasi?

Pada part terakhir dari bab pembahasan apa itu marketing, Swipers akan dijelaskan tentang jenis-jenis marketing di berbagai industri. Mulai dari FMCG (Fast Moving Consumer Goods), B2B (Business to Business), B2C (Business to Consumer) hingga C2C (Consumer to Consumer).

Mengetahui Jenis marketing diberbagai insdustri penting untuk kita pahami. dengan memahami jenis marketing pada industri yang kita jalani, maka akan memudahkan kita dalam menentukan strategi yang tepat untuk bisa lebih banyak menarik minat pelanggan. Nah, pertanyaannya, Bisnis Apotek termasuk ke jenis marketing yang mana nih Swipers???

 

TRANSKRIP

[0:00:01-0:01:27]

Kembali lagi di Swipreneur. Kalau kemarin kita sudah bahas yang namanya ekspektasi pelanggan, dan kita juga udah membahas apa sih kesimpulan marketing? Dari marketing itu dari perusahaan, kemudian dibantukan untuk promo ke konsumen, sampai nanti konsumen itu membayarkan sejumlah uang, dan akhirnya perusahaan itu memberikan produk dan jasanya. Dan pada akhirnya konsumen akan menggunakan produk dan memberikan umpan balik. Nah, di part ini, kita akan mulai melanjutkan gimana sebenarnya marketing di berbagai macam industri? Nah kita mulai. Industri pertama yang biasanya banyak banget, divisi marketing atau orang-orang marketing ini sangat suka bekerja di industri ini. Ini yang saya sebut FMCG, atau Fast Moving Consumer Good. Jadi ini adalah industri yang produknya itu memiliki usia simpan yang sangat pendek. Jadi gak tahan lama. Nah karakter berikutnya adalah apa? Karakter berikutnya, marginnya itu sangat tipis. Karena kan dia nggak tahan lama, karena gak tahan lama marginnya tipis, sehingga kita juga sering beli. Nah apa contohnya? Banyak perusahaan, mulai dari Unilever, Coca-cola, Johnson and Johnson, Nestle, sampai ke Indofood pun itu masuk ke FMCG. Nah apa sih jenis-jenisnya yang ada di FMCG? Yang memang marginnya kecil tapi kita sering beli, gitu ya.

 

[0:01:28-0:02:40]

Contoh misalnya dari minuman. Mulai dari air kemasan, mulai dari jus, soft drink, itu masuk ke FMCG. Obat, misalnya painkiller tuh yang tanpa resep dokter. Sering, fast-moving banget kan. Itu bukan hal atau produk yang slow-moving. Itu masuk FMCG. Begitu juga kayak produk pembersih. Kan kita pastinya ada belanja bulanan atau belanja dua minggu sekali. Kita akan beli pembersih kaca, lantai, piring. Cepat habis tuh. Ada juga kosmetik atau peralatan mandi. Saya belum pernah nemu sih yang baru beli yang baru beli sabun per enam bulan sekali. Itu nggak mungkin. Jadi pasti dia akan beli nih setiap bulannya, gitu kan. Begitu juga dengan misalnya produk-produk seperti alat tulis kantor, ATK. Mulai dari post-it, pulpen, isi staples, dan kawan-kawannya. Itu pun bisa kita bilang menjadi fast-moving consumer goods. Nah, makanan olahan. Misalnya cereal, keju, kornet. Itu pun masuk ke FMCG. Tapi ada juga nih makanan segar atau misalnya beku ya. Makanan yang beku yang frozen food lah. Kalau kita pergi ke supermarket itu suka ada tuh ya tuh ya area-area untuk frozen food. Itupun juga masuk ke FMCG. Jadi banyak banget produk-produk di FMCG yang memang akrab dengan kehidupan kita sehari-hari.

 

[0:02:41-0:04:00]

Nah, strategi marketing atau cara memasarkan produk FMCG, itu pasti berbeda dengan yang kategori kedua. Yaitu apa? Kategori kedua adalah consumer durables. Jadi kalau tadi FMCG adalah produk yang cepat habis, gak tahan lama, ada usia pakainya, marginnya kecil. Kalau consumer durables adalah produk yang tahan lama. Produk yang tahan lama otomatis konsumen beli produknya juga jarang-jarang, otomatis marginnya juga besar. Nah apa contohnya? Misalnya kita lihat TV, perabotan rumah tangga, mobil, AC itu adalah masuk ke produk-produk yang masuk ke industri consumer durables. Kan nggak mungkin dong kita beli AC setiap bulan sekali kayak kita beli shampo. Berarti yang ada nanti setiap 10 senti di rumah kita ada AC. Nah makanya, karena kita tahu masa pakai AC itu misalnya 2 tahun, 3 tahun, 5 tahun. Makanya ketika marketing itu menjual AC, marginnya atau keuntungannya juga besar. Karena baru di beli lagi 3 tahun lagi atau bahkan 5 tahun lagi. Jadi ini yang harus nanti Swipers harus lihat nih, “oh apotek saya itu banyakan ngomongin produk-produk yang fast-moving atau yang slow-moving”. Karena sekali lagi, strateginya akan berbeda. Kalau ditanya, Pak Iman gimana dong strateginya?

 

[0:04:01-0:05:17]

Tunggu, sabar. Makanya selalu subscribe ya channel kami, YouTube SwipeRx Indonesia, biar bisa tahu nanti konten-konten yang sangat menarik di belakangnya. Nah yang berikutnya ada namanya industri B2B marketing. B2B marketing itu apa sih Pak Iman? Simpel. Kalau kita, business-to-business ya, artinya kalau kita memasarkan produk atau jasa ke perusahaan lainnya di mana perusahaan tersebut nanti akan menjual kembali itu disebut B2B. Saya ulang. Kita jual produk ke perusahaan dan perusahaan tersebut nanti menggunakan produk tadi untuk dijual kembali, itu bisa dibilang B2B. Contoh ya, contoh. Kalau kita pergi ke sebuah hotel, kadang-kadang kita pas masuk kamar itu ada air mineralnya ya. Air mineralnya itu sudah merk hotelnya. Bukan berarti hotel itu punya divisi khusus atau perusahaan khusus untuk bikin air. Bukan. Mereka bekerja sama dengan air mineral yang sudah ternama di Indonesia kemudian nanti mereka pakai itu merknya. Jadi itu udah kerja sama ya. Nah, itulah terjadi proses B2B. Yang berikutnya adalah kayak sabun. Kita lihat sabun di hotel, kan ada merk hotelnya ya. Bukan berarti mereka memproduksi sabun. Bukan. Mereka itu B2B. Jadi ada perusahaan sabun yang menjual. Saya kasih tahu contoh yang paling simpel lagi.

 

[0:05:17-0:06:45]

Kalau Swipers misalnya punya kendaraan. Baik itu motor maupun mobil. Pernah kebayang gak sih, kalau motor dan mobil tersebut ternyata berbagai macam itu terdiri dari berbagai komponen. Mulai dari spionnya, mulai dari mesinnya, joknya misalnya atau kursinya, gitu ya. Ada pintunya, ada kap mesinnya, ada rodanya, semuanya. Itu kan bukan dipasok sama satu perusahaan. Jadi ada perusahaan yang menjual ke produsen motor atau mobil tersebut, untuk dijual kembali. Nah terus banyak yang nanya. Pak, terus bedanya B2B, B2C, sama C2C apa? Nah, sekarang kita masuk ke yang B2C. Ini semakin menarik lagi. Jadi kalau B2C itu, kita memasarkan produk atau jasanya pengguna akhir. Kalau tadi B2B buka ke pengguna akhir, kalau B2C itu ke pengguna akhir. Jadi misalnya contoh ni, kulkas kita jual ke konsumen, TV kita jual ke konsumen, bahkan di pinggir jalan pun kalau ada tukang abang gorengan nih sama jual cilok, sama misalnya telur gulung dijual ke konsumen itu masuk ke B2C. Singkatnya adalah B2C, perusahaan menjual langsung ke konsumen. Itu yang namanya B2C. Nah ada lagi yang terakhir. Ini kita sebut dengan C2C. Jadi kalau tadi B2B business-to-business, B2C business-to-consumer, kalau C2C adalah consumer-to-consumer. Berarti apa? Model bisnis yang memfasilitasi transaksi produk atau jasa antar pelanggan.

 

[0:06:45-0:08:10]

Apa contohnya? Banyak di Indonesia. Mulai dari dulu dedengkotnya, Kaskus ya kan. Sundul gan, misalnya gitu kan ya. Ada Kaskus, ada Bukalapak, ada Tokopedia. Itu adalah platform-platform yang mempertemukan antar pelanggan untuk membeli barang barangnya satu sama lain. Jadi apa dong kesimpulannya? Kesimpulan dari B2B, B2C, dan C2C. Saya kasih contoh yang sangat simpel banget. Kalau TV dijual ke hotel untuk taruh di hotel, maka itu B2B. Tapi kalau TV tersebut kita jual ke konsumen untuk taruh di rumahnya, di mana konsumen itu menjadi pengguna akhir, maka itu kita sebut B2C. Tapi kalau nanti TV-nya sudah dipakai, kemudian konsumennya menjual TV kembali ke konsumen lainnya, dan ada yang beli, di situ kita bilang C2C. Jadi kita akan lihat nih, model bisnis dari apotek Swipers itu yang seperti apa? Dengan semua regulasi yang ada, peraturan, hukum yang ada, tentunya kita sudah bisa langsung menjawab. Apakah kita harusnya di B2B? Apakah kita harusnya di B2C? Apakah kita harusnya di C2C? Saya rasa cukup sekian untuk materi hari ini. Jangan lupa untuk subscribe, like, dan share. Dan juga jangan lupa untuk nyalakan fitur loncengnya

 

[0:08:10-0:08:32]

Untuk mendapatkan notifikasi tentunya dari konten-konten yang sangat menarik dari SwipeRx Indonesia. Dan jangan lupa juga nanti di kolom komentar YouTube, untuk tuliskan pertanyaan dan komentar. Karena kami setiap minggunya akan selalu membuat Instagram live untuk membahas komentar-komentar atau pertanyaan dari Swipers. Salam sehat! Salam semangat!

Topik Populer

Video SwipeRx Terbaru

Farmakepo: Benarkah puasa pemicu gangguan pencernaan?

Cara Penuhi Ekspektasi Pelanggan. Apoteker Harus Tahu!

Baca lainnya

Keuntungan menggunakan SwipeRx?

Lebih dari 200,000 tenaga kefarmasian menggunakan fitur-fitur berguna di aplikasi SwipeRx untuk membantu kehidupan profesional sehari-hari mereka.