<< Kembali ke Blog

Cara Mengurangi Kesalahan Dispensing di Apotek

Kesalahan dispensing atau peracikan obat merupakan risiko yang tidak dapat  dihindari pada bidang farmasi. Dampak pertama dan terpenting, bagi pasien adalah risiko permasalahan kesehatan dan bagi tenaga farmasi kesalahan peracikan dapat menjadi indikator kinerja profesional yang buruk bahkan dapat menyebabkan kasus kriminalisasi. Kemudian bagi pihak ketiga yang bekerjasama dengan apotek misalkan pihak pemberi waralaba akan mendapatkan dampak citra yang jelek di masyarakat. Sehingga upaya untuk mengurangi kesalahan dispensing ini perlu diperhatikan secara seksama oleh pihak pemilik bisnis apotek. Berikut ini adalah cara yang dapat anda terapkan di apotek untuk mencegah terjadinya kesalahan dispensing:

1. Pastikan Apotek Terorganisir dengan Baik

Sebagai pemilik apotek pastikan anda memberikan alur kerja yang rapi dan terorganisir yang dapat dipahami oleh setiap staf farmasi yang anda miliki. Buatlah alur kerja yang dapat mengurangi kemungkinan kesalahan peracikan misalkan dengan memberikan prosedur cek kembali pada dua sampai tiga petugas farmasi yang berbeda sebelum obat sampai kepada pembeli. Dokumentasikan semua alur proses yang ada, sehingga jika terjadi kebocoran proses yang ada anda akan mudah melakukan identifikasi dan perbaikan. Standar prosedur yang baik adalah prosedur yang sesuai kebutuhan di lapangan kerja dan rinci untuk mencegah terjadinya kesalahan berulang.

Baca Juga : Pandemi Covid-19 menguntungkan bisnis apotek?

2. Pastikan Apotek Rapi

Singkirkan dokumen atau barang apapun yang tidak dibutuhkan di apotek. Jika apotek anda rapi dan tata letak dari sediaan farmasi sesuai dengan peraturan, maka kesalahan dispensing seharusnya tidak terjadi. Inilah pentingnya untuk anda melakukan minimal kontrol mingguan kepada apotek anda dan melakukan kegiatan stok opname dengan rutin.

Minimal stok opname yang rutin akan memudahkan anda untuk merapikan tata letak obat dan mengetahui obat mana yang akan mendekati masa kadaluarsa. Obat yang dikeluarkan harusnya mengikuti prinsip FEFO yaitu First Expired First Out, obat dengan jangka waktu kadaluarsa lebih dulu anda keluarkan pertama. Sehingga kesalahan pemberian obat kadaluarsa kepada pasien dapat diminimalkan. Anda pun dapat memberikan stiker khusus untuk menandakan waktu kadaluarsa suatu obat yang pendek.

3. Identifikasi Obat LASA

Obat LASA (Look Alike Sound Alike) adalah obat yang memiliki kesamaan secara fisik dan kesamaan ketika obat diucapkan. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan pada standar pelayanan kefarmasian di apotek, obat LASA harus diberikan label khusus dan penempatannya tidak berdekatan satu sama lain. Kemudian pastikan bahwa obat LASA ini telah diperiksa oleh minimal dua petugas yang berbeda.

4. Berikan Informasi Obat Kepada Pasien

Sebagai proses terakhir sebelum obat dibawa oleh pasien, anda dapat kembali memeriksa obat pada saat pemberian informasi kepada pasien. Sebagai pemilik apotek anda juga dapat menetapkan informasi apa saja yang harus disampaikan kepada pasien untuk meminimalkan kesalahan dispensing. Pertama adalah konfirmasi identitas, nama obat, kekuatan obat, jumlah obat, dan cara pakai.           Namun anda juga dapat menambahkan informasi lainnya yang dirasakan perlu dan tidak terlalu memakan waktu pelayanan.

5. Berikan Pelatihan

Sebagai pemilik apotek jika staf farmasi anda melakukan kesalahan, maka ada tanggung jawab anda. Sehingga anda memiliki kewajiban untuk melakukan pelatihan di samping menyediakan standar operasional kepada pegawai anda. Anda dapat memberikan pelatihan secara mandiri maupun menyewa jasa pelatihan kepada pihak eksternal apotek.

6. Lakukan Evaluasi

Evaluasi proses yang anda tetapkan merupakan hal yang penting dan tidak boleh terlewatkan. Terutama jika terbukti ada proses yang tidak bekerja dengan baik di lapangan dan menimbulkan kesalahan peracikan. Melalui evaluasi ini anda dapat memberikan perbaikan prosedur, pelatihan ulang dan kegiatan lainnya yang mengatasi akar permasalahan yang ada.

7. Hindari Stres Berlebihan

Salah satu penyebab terbesar yang mendasari kesalahan dispensing atau peracikan adalah stres dan terlalu banyak bekerja. Apotek bisa menjadi lingkungan yang sangat menegangkan dan kita mungkin juga membawa stres pribadi ke tempat kerja. Kombinasi ini pasti akan mempengaruhi kinerja dari staf farmasi anda

Terutama pada apotek yang sangat sibuk, sebagai pemilik apotek pastikan anda memberikan hak pegawai yang sesuai, memberikan mereka waktu istirahat, dan memberikan tugas yang sesuai dengan kapasitas staf anda. Sesekali anda juga dapat memberikan hadiah atau kegiatan yang bisa membuat mereka santai sejenak. Ciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan bersahabat namun tidak melalaikan.

Nah sekian tips dari kami untuk meminimalkan kesalahan peracikan obat di apotek anda. Anda juga dapat meningkatkan kesuksesan bisnis apotek selama pandemi covid-19 dengan menggunakan aplikasi SwipeRx. SwipeRx merupakan aplikasi pengadaan apotek yang terpercaya dan bekerja sama dengan sejumlah PBF legal. Melalui aplikasi ini, anda dapat membandingkan harga satu jenis obat di setiap PBF. Kemudian juga terdapat beberapa program loyalitas yang menguntungkan anda seperti potongan harga dan hadiah menarik seperti emas batangan untuk anda yang berhasil mengumpulkan poin loyalitas. Selain itu, pengadaan bersama SwipeRx juga cepat, obat dapat dikirimkan pada hari yang sama saat anda melakukan pemesanan bagi apotek. Jika anda ingin mengetahui informasi lainnya tentang bisnis apotek anda dapat membaca artikel-artikel kami sebelumnya dan bergabunglah dengan kami SwipeRx aplikasi digital pengadaan obat yang menawarkan jaminan 100% produk original dari PBF terpercaya, layanan pengiriman cepat, dan harga yang kompetitif. Daftarkan apotek di sini sekarang!

Topik Populer

Video SwipeRx Terbaru

Farmakepo: Benarkah puasa pemicu gangguan pencernaan?

Baca lainnya

Keuntungan menggunakan SwipeRx?

Lebih dari 200,000 tenaga kefarmasian menggunakan fitur-fitur berguna di aplikasi SwipeRx untuk membantu kehidupan profesional sehari-hari mereka.