<< Kembali ke Blog

Tips Merekomendasikan Obat Kepada Pelanggan Apotek

Setiap konsumen menginginkan pengalaman dan produk yang disesuaikan saat berbelanja, tetapi ketika dihadapkan pada banyak pilihan obat, pemilihan menjadi sulit. Akan menjadi nilai tambah jika sebuah bisnis dapat meningkatkan pengalaman pelanggan saat membuat pilihan.

Sistem komunikasi saat pelayanan kefarmasian yang ramah namun lugas, memberikan kejelasan kekurangan dan kelebihan pilihan obat saat merekomendasikan obat akan meningkatkan kepuasan pelanggan dalam berkunjung ke bisnis apotek anda. Berikut ini adalah lima teknik komunikasi yang dapat  memudahkan pemilihan obat bagi pelanggan di apotek :

1. Dengarkan Keluhan Pelanggan

Menjadi sifat dasar manusia untuk memiliki pendengar yang baik atas keluhan yang ia rasakan. Sebelum merekomendasikan obat anda harus memastikan gejala yang dirasakan oleh pasien baik keluhan utama ataupun keluhan lainnya. Informasi ini juga akan memudahkan anda dalam merekomendasikan obat kepada pasien anda

2. Batasi Penawaran Produk

Dalam melakukan rekomendasi pemilihan obat ke pelanggan bukan berarti semua produk untuk mengatasi indikasi yang sama dapat anda berikan. Inilah pentingnya untuk mengenali gejala dan kebiasaan pelanggan dalam waktu yang singkat, berdasarkan tanda gejala yang disampaikan oleh pelanggan dan preferensi obat yang ia telah gunakan. Maka anda idealnya dapat memberikan 1-2 pilihan obat lain dengan keunggulan yang berbeda.

Misalkan pelanggan ingin menebus obat bermerek antihistamin dan anti dekongestan dengan potensi dan juga harga yang menengah, maka anda dapat memberikan satu obat lain yang memiliki potensi lebih kuat namun harganya sedikit lebih mahal. Sehingga dengan seperti ini pilihan pelanggan akan lebih terarah dan pelanggan menjadi tidak sulit dalam menentukan pilihan terapinya.

3. Berikan Pemahaman Konsekuensi Pilihan

Agar orang memahami perbedaan antara pilihan, mereka harus memahami konsekuensi yang terkait dengan setiap pilihan. Dan konsekuensi ini harus dirasakan secara konkret. Misalnya, jika pasien lebih memilih menggunakan obat antihistamin generasi pertama seperti CTM maka beritahu bahwa konsekuensinya ia akan merasakan efek samping mengantuk. Setelah pasien mengetahui konsekuensi ini, maka ia mempunyai pilihan untuk menerima konsekuensi itu atau menolaknya dan meminta rekomendasi obat lain yang tidak menyebabkan kantuk.

Kemudian disinilah peranan anda untuk merekomendasikan obat antihistamin generasi dua misalkan loratadin yang minim efek samping kantuk, namun harganya sedikit lebih mahal dibandingkan dengan CTM. Dengan mengetahui kedua sisi konsekuensi tersebut pasien akan dapat memilih obat yang paling sesuai dengan kebutuhannya dan apotek anda akan memiliki citra yang baik.

4. Bicara dengan Efisien dan Sopan

Bukan berarti ketika anda menanyakan keluhan dan juga memberikan beberapa rekomendasi obat anda akan membuat pasien anda merasa marah karena pelayanan lebih lama. Oleh karena itu, anda juga harus dapat membatasi waktu maksimal dalam pelayanan obat dan pandai menebak sifat dari pelanggan apotek anda. Bagi pelanggan yang detail ia akan senang menerima penjelasan obat dengan rinci, namun jika pelanggan terlihat tergesa-gesa atau kesakitan maka anda juga harus dapat memberikan satu rekomendasi obat yang cepat dan meyakinkan.

5. Berbicara dengan Empati

Mendengarkan dengan empati juga harus diintegrasikan ke dalam setiap situasi dalam proses layanan pelanggan. Komunikasi empati ini akan menunjukkan kepada pelanggan bahwa Anda mendengarkan dan memahami apa yang mereka katakan. Pastikan Anda menjaga kontak mata, mengangguk jika perlu, dan meminta maaf. Tujuan dari mendengarkan dengan empati adalah membuat pelanggan tahu bahwa Anda memahami dengan tepat apa masalah mereka dan bahwa Anda memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang terjadi. Pelanggan harus merasa bahwa Anda sama kesalnya dengan mereka tentang masalah tersebut dan bahwa Anda akan melakukan apa saja untuk memperbaikinya. Ketika pasien merasa anda merasakan hal ini ia akan mudah mempercayai rekomendasi obat yang anda berikan.

Kelima trik komunikasi dalam rekomendasi obat di apotek ini dapat anda coba terapkan kepada seluruh staf apotek anda. Namun anda juga dapat melakukan percobaan terlebih dahulu sebagai panutan dari staf farmasi anda. Anda juga dapat meningkatkan kesuksesan bisnis apotek dengan menggunakan aplikasi SwipeRx. SwipeRx merupakan aplikasi pengadaan apotek yang terpercaya dan bekerja sama dengan sejumlah PBF legal. Melalui aplikasi ini, anda dapat membandingkan harga satu jenis obat di setiap PBF. Kemudian juga terdapat beberapa program loyalitas yang menguntungkan anda seperti potongan harga dan hadiah menarik seperti emas batangan untuk anda yang berhasil mengumpulkan poin loyalitas.

Baca Juga : Webminar Swiperx Teknologi Untuk Tumbuhkan Bisnis Apotek

Selain itu, pengadaan bersama SwipeRx juga cepat, obat dapat dikirimkan pada hari yang sama saat anda melakukan pemesanan bagi apotek. Jika anda ingin mengetahui informasi lainnya tentang bisnis apotek anda dapat membaca artikel-artikel kami sebelumnya dan bergabunglah dengan kami SwipeRx aplikasi digital pengadaan obat yang menawarkan jaminan 100% produk original dari PBF terpercaya, layanan pengiriman cepat, dan harga yang kompetitif. Daftarkan apotek di sini sekarang!

Topik Populer

Video SwipeRx Terbaru

Farmakepo: Benarkah puasa pemicu gangguan pencernaan?

Baca lainnya

Keuntungan menggunakan SwipeRx?

Lebih dari 200,000 tenaga kefarmasian menggunakan fitur-fitur berguna di aplikasi SwipeRx untuk membantu kehidupan profesional sehari-hari mereka.