<< Kembali ke Blog

“Tapering Off” Pada Obat

Banyak obat-obatan yang tidak dapat dihentikan secara tiba-tiba karena takut merugikan dan terkadang berkonsekuensi tinggi. Bagaimanapun, sangat berbahaya bila menghentikan obat tertentu tanpa melakukan diskusi dengan tenaga kesehatan profesional. Selain itu merupakan kesempatan yang tepat untuk peningkatan kesadaran  masalah kesehatan agar bermanfaat untuk pasien.

Apa itu Tapering Off?

Tapering off atau lebih sering disebut dose tapering off merupakan penurunan dosis obat tertentu ketika obat hendak dihentikan penggunaannya. Tujuan dilakukannya tapering off adalah agar tubuh kita tidak mengalami gangguan akibat penghentian obat yang bersifat tiba-tiba. Tidak semua obat dilakukan dose tapering off, hanya untuk obat-obat yang memiliki efek berlebihan pada tubuh yang akan dilakukan tapering off.

 kenapa_tapering_off_swiperx

Apa manfaat dilakukan Tapering off pada obat tertentu ?

Tujuan dilakukannya tapering off pada beberapa obat adalah agar tubuh tidak menyadari secara langsung bila dosis obat tersebut telah dikurangi dan akhirnya dihentikan sama sekali. Bila obat dihentikan secara mendadak, tubuh akan mengalami gejala putus obat.

 contoh_obat_tapering_off_swiperx

Obat-obat apa saja yang mengalami tapering off?

Beberapa contoh obat yang bisa mengalami tapering off adalah kortikosteroid, beta-blocker, antiepilepsi, dan antidepressan.

  1. Kortikosteroid

Obat ini memiliki efek anti-inflamasi dengan menekan migrasi leukosit polimorfonuklear dan mengembalikan peningkatan permeabilitas kapiler. Efek penekanan sistem imun terjadi dengan mekanisme penurunan aktivitas dan volume sistem limfatik, serta pada dosis tinggi dapat menekan fungsi adrenal.

Bila digunakan dalam dosis tinggi dan jangka panjang, kortikosteroid dapat menyebabkan penekanan fungsi kelenjar adrenal, penekanan sistem imun, sarcoma kaposi, miopati, efek pada mata, serta gangguan psikiatrik.

Contoh obat kortikosteroid antara lain prednison, dexamethasone, methylprednisolon.

  1. Beta-blocker

Beta-blocker digunakan secara luas untuk mengobati berbagai kondisi termasuk hipertensi, infark miokardia, dan aritmia. Mengingat fungsi penting obat beta-blocker dalam menjaga tekanan darah dan denyut jantung, sebagian besar pasien harus minum obat ini dalam jangka panjang.

Meskipun demikian, kadang-kadang perlu untuk menghentikan obat beta-blocker bila ada kemungkinan pasien tidak dapat mentolerir efek samping dari obat. Sebelum dokter melakukan tapering off obat beta-blocker, sangat penting untuk menentukan jenis formulasi yang cocok untuk pasien, serta memperhatikan kemampuan pasien untuk menerima efek dari obat tersebut, terutama pada orang tua.

Contoh obat beta-blocker adalah bisoprolol, propranolol, atenolol.

  1. Antiepilepsi

Obat antiepilepsi adalah obat yang memerlukan perhatian untuk tapering off, dan jika dilakukan secara tidak benar kemungkinan akan terjadi kejang. Tidak jarang ditemukan pasien epilepsi yang mengonsumsi lebih dari satu obat.

Ketika kebutuhan untuk tapering off antiepilesi muncul, dianjurkan untuk pasien epilesi agar dilakukan kontrol kejang yang lebih baik pada obat epilepsi baru dan memperhatikan dosis efektif pertama selama pengobatan dengan tapering off. Jika pasien telah bebas kejang dalam waktu lama dan berkelanjutan, dokter dapat mempertimbangkan penarikan obat antiepilepsi .

Contoh obat antiepilesi adalah phenytoin.

  1. Anti-depresan

Obat anti-depresan dapat menyebabkan masalah ketika obat ini dihentikan semua secara tiba-tiba. Sindrom penghentian antidepresan dilaporkan terjadi pada satu dari lima pasien yang menghentikan pengobatan secara tiba-tiba. Gejala umum yang terjadi antara lain insomnia, ketidakseimbangan dan gangguan sensorik.

Penghentian obat antidepresen secara tiba-tiba dapat menyebabkan reaksi drastis terhadap tubuh yang disebabkan oleh merosotnya plasma obat tiba-tiba. Tapering off antidepressan harus bertahap, menurun 25% untuk setiap periode, empat sampai enam minggu jika memungkinkan. Penilaian klinis dan kesejahteraan pasien harus diproritaskan ketika membuat keputusan tentang pengurangan jumlah obat antidepresan.

Contoh obat antidepresan antara lain alprazolam, lorazepam, diazepam.

http://today.mims.com/topic/3-common-drugs-that-should-be-tapered-off-and-how-to-do-it?country=philippines

Prednison: Kenapa Harus Dilakukan Tapering-off?

Bahaya Obat Penenang (indikasi alprazolam,xanax,ativan,merlopam,valisanbe,dll)

http://fathelvi.blogspot.co.id/2010/10/dose-tapering-off.html

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya : Mengenal Perbedaan Obat Herban dan Obat Sintetis

Jika Anda ingin mendapatkan pengetahuan lainnya mengenai bisnis apotek, Anda dapat mendownload aplikasi SwipeRx di play store. Selain itu, jika anda ingin mendapatkan keuntungan berbisnis dengan SwipeRx daftarkan apotek anda disini, untuk mendapatkan produk sediaan farmasi 100% original, pengiriman cepat dan harga bersaing.

Topik Populer

Video SwipeRx Terbaru

Farmakepo: Benarkah puasa pemicu gangguan pencernaan?

Baca lainnya

Keuntungan menggunakan SwipeRx?

Lebih dari 200,000 tenaga kefarmasian menggunakan fitur-fitur berguna di aplikasi SwipeRx untuk membantu kehidupan profesional sehari-hari mereka.