<< Kembali ke Blog

Registrasi, Izin Praktik dan Izin Kerja Tenaga Teknis Kefarmasian

*Ketentuan Ask the Expert

Dalam sesi Ask the Expert kali ini, tim SwipeRx mendapat kesempatan untuk bertemu dan berbincang-bincang dengan Bapak Dr. Faiq Bahfen, S.H, Ketua Umum dari Persatuan Ahli Farmasi Indonesia. Topik yang didiskusikan dan ditanyakan langsung ke Bapak Faiq kali ini mencakup salah satu topik terhangat di kalangan farmasi, yaitu Registrasi, Izin Praktik, dan Izin Kerja Tenaga Teknis Kefarmasian. Berikut adalah jawaban dan penjelasan langsung dari Bapak Faiq atas pertanyaan-pertanyaan yang telah dikirimkan oleh para pengguna SwipeRx.

 

Q: Assalamualaikum,mau tanya pak,kalau untuk lulusan S1 farmasi itu masih bisa jadi TTK sampai kapan ya pak? kan kalau untuk smk farmasi batasnya hanya sampai 2020 ya pak nah apakah yg S1 Farmasi ada batasannya juga atau tidak? terimakasih pak
Indra, TTK, Depok

A: Lulusan S1 Farmasi masih bisa menjadi Tenaga Teknis Kefarmasian selama Permenkes Nomor 889/MENKES/PER/V/2011 tentang Registrasi, Izin Praktik, Dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian Pasal 1 ayat (4) dan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian Pasal 1 ayat (6) masih berlaku. Dan dikuatkan dengan UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.
Untuk lulusan SMK Farmasi sesuai UU No. 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan Pasal 88, Tenaga Kesehatan lulusan pendidikan di bawah Diploma Tiga yang telah melakukan praktik sebelum ditetapkan Undang-Undang ini, tetap diberikan kewenangan untuk menjalankan praktik sebagai Tenaga Kesehatan untuk jangka waktu 6 (enam) tahun setelah Undang-Undang ini diundangkan.


Q: Assalamualaikum pak, mau tanya apakah lulusan smk belum bisa mengurus sipttk ya pak walaupun suda ada strttk? Terimakasih pak
Siska, Apoteker, Malang

A: Sesuai dengan UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan yang dimaksud dengan Tenaga Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a harus memiliki kualifikasi minimum Diploma Tiga, kecuali tenaga medis. Maka Lulusan SMK Farmasi bukan sebagai Tenaga Kesehatan tetapi sebagai Asisten Tenaga Kesehatan dengan sebutan Asisten Tenaga Kefarmasian. Dalam menjalankan Pekerjaannya Asisten Tenaga Kesehatan tidak memerlukan registrasi dan surat Izin (Pasal 4 Permenkes No. 80 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Asisten Tenaga Kesehatan)


Q: Assalamualaikum pak,izin bertanya. Iuran pafi yg kita bayarkan itu sebenarnya untuk apa dan feedback TTK yang didapat dari membayar iuran itu sperti apa ya, mohon bantu jawab ya pak. Terimakasih ?
Eltrie, Mahasiswa Farmasi, Jakarta

A: Sesuai dengan AD/ART PAFI hasil Munaslub Tahun 2016, iuran anggota merupakan kewajiban setiap anggota PAFI di seluruh Indonesia. Iuran anggota tersebut yang walaupun kecil tetap di distribusikan untuk PP, PD, dan PC. Hal ini dimaksudkan untuk jalannya roda organisasi dan pembinaan anggota.


Q: Saya mau tanyak masih bisa kah tamatan SMF mengurus SIK atau mmperpanjang SIK dan STRTTK? Kalau masih bisa apa syarat nya dan kalok tidak bisa lagi apa alasan nya? Mohon dijawab ya Bapak Dr. Faiq Bahfen S.H.
Novita, TTK, Medan

A: Untuk pemberian STRTTK bagi lulusan Sekolah Menengah Farmasi. Dengan mengacu pada UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan Surat Kepala BPPSDM Kesehatan yang menjawab pertanyaan dari beberapa Dinas Kesehatan Provinsi, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan membuat Surat Edaran yang pada intinya menyatakan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi dapat menerbitkan STRTTK bagi lulusan Sekolah Menengah Farmasi (baik yang telah bekerja sebelum adanya Undang-Undang Tenaga Kesehatan maupun lulusan baru setelah UU tenaga kesehatan) dengan masa berlaku hingga Oktober 2020. Bila setelahnya Asisten Tenaga Kesehatan tersebut tidak meningkatkan kualifikasi pendidikannya sampai minimal jenjang Diploma Tiga, maka STRTTK yang bersangkutan dinyatakan tidak berlaku.
Jadi untuk saat ini sampai Oktober Tahun 2020 untuk STRTTK masih dapat diurus dengan persyaratan :
1. FC Ijazah
2. STRTTK legalisir asli yang ED & FC nya
3. Surat Pernyataan Memenuhi & Melaksanakan Etika Farmasi
4. Surat Keterangan Sehat
5. Surat Pernyataan Pembuatan STRTTK ke Dinkes Provinsi
6. Surat Rekomendasi dari PD PAFI
7. Pas Foto 4×6 @ 2 Latar berlatar belakang merah
8. Surat keterangan Bekerja dari Instansi
9. Foto Copy KTAN (Kartu Tanda Anggota Nasional)
10. Materai Rp6000 @ 2 lembar
11. Bawa FC Bukti Sertifikat kompetensi/FC Sertifikat 25 SKP asli.


Q: Mau nanyak pak, bobot masing-masing SKP di seminar itu ditentukan oleh siapa dan dasar nya apa sehingga ada perbedaan bobot nya? Kalau itu di jadikan acuan utk pengembangan kompetensi saya rasa masih kurang pak utk TTK- nya, sekian trimkasih
Andri, TTK

A: Bobot SKP untuk seminar dan workshop ditentukan oleh Sekretariat Pengurus Pusat yang ditetapkan sesuai dengan jumlah jam seminar, materi seminar, pembicara/ narasumber yang akan mengisi acara tersebut. Saat ini untuk persyaratan bagi TTK 25 SKP per 5 (lima) tahun.

Q: Pak mohon izin bertanya kenapa lulusan 2014 kebawah diperbolehkan untuk mengurus SIPTTK? Sedangkan lulusan 2015-2016 tidak boleh? Mengapa harus menunggu jeda selama 2 thn pak? Sekolah smk saya dulu juga bekerja sama dengan pihak BNSP untuk mendapatkan sertifikat kompetensi pak (masa berlaku 3th). Mengapa persyaratan yg berlaku hanya STRTTK? Lalu sertifikat kompetensi untuk apa? Apakah ada persaingan antara lembaga tersebut pak? Jujur selama ini saya mempunyai sertifikat kompetensi dan kebanyakan lapangan pekerjaan hanya butuh STRTTK dan SIPTTK
Febi, TTK

A: Untuk jawaban pertanyaan ini bisa dilihat pada jawaban-jawaban pertanyaan sebelumnya.


Q: Salam pak faiq, saya mau bertanya mengenai SIPTTK, waktu saya kerja di apotik sayy sudah di suruh mengurus SIPTTK, sekarang sudah jadi. Klo saya mau melamar di sarana kesehatan lain apakah bisa menggunakan SIPTTK yang itu saja Pak atau harus di ganti dengan SIPTTK yg baru? Secara kan di SIPTTK tertulis pekerjaan kita di tempat kita bekerja saat mengurus SIPTTK. Terimakasih pak. Salam
Latri, Apoteker, Maluku

A: Pada UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, Setiap Tenaga Kesehatan yang menjalankan praktik di bidang pelayanan kesehatan wajib memiliki izin. Izin diberikan dalam bentuk Surat Izin Praktek (SIP), SIP hanya berlaku untuk satu tempat.


Q: Halo Pak Faiq, untuk SKP Gratis yang ada di SwipeRx apakah itu bisa saya gunakan untuk perpanjangan re-sertifikasi kompetensi saya. Apakah PD saya akan mengakui itu? Tks Pak
Ririn, TTK, Jember.

A: Untuk SKP yang diperoleh dari SwipeRx dapat diajukan sebagai SKP pada waktu re-sertifikasi.


Q: Pak apakah pengurusan STRTTK bisa diurus kapanpun? STRTTK saya sudah mati dari tahun 2016?
Kevin, TTK, Medan

A: Mohon lihat jawaban di atas.


Q: Pak saya siswa SMK jurusan Farmasi, sebentar lagi saya lulus dan saya dengar lulusan SMF tidak bisa membuat STRTTK apakah itu benar Pak dan kalau benar apakah penggantinya karena saya setelah lulus ingin langsung bekerja di apotek atau RS?

Anonim, Mahasiswa Farmasi

A: Untuk Lulusan SMK Farmasi yang baru, PAFI akan mengajukan izin kepada Komite Farmasi Nasional untuk mengeluarkan STR dari PAFI.


Q: Menurut UU No. 36 tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan, posisi Asisten apoteker berubah. Asisten Apoteker tidak lagi disebut Tenaga Kesehatan tetapi masuk sebagai Asisten Tenaga Kesehatan. Asisten apoteker tidak dimasukkan tenaga kesehatan karena pendidikannya di bawah D3. Apakah ini akan berdampak hilangnya wewenang TTK dalam melaksanakan pekerjaan kefarmasian pada tempat-tempat tertentu tersebut.

Ida, TTK

A: Untuk kewenangan Asisten Tenaga Kefarmasian, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 80 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Asisten Tenaga Kesehatan, Asisten Tenaga Kefarmasian dapat menjalankan pekerjaannya pada:
1. Fasilitas produksi dan/atau distribusi sediaan farmasi, perbekalan kesehatan dan alat kesehatan;
2. Fasilitas Pelayanan Kefarmasian, yaitu meliputi pelaksanaan tugas yang diberikan oleh tenaga teknis kefarmasian dan apoteker dalam pekerjaan administrasi (clerkship) dan peran pelayanan pelanggan, mengikuti pelaksanaan standar prosedur operasional, dalam hal:
a. melakukan pencatatan tentang pembelian dan penyimpanan obat serta melakukan pendataan persediaan obat;
b. menerima pembayaran resep, stok harga, penandaan item untuk penjualan, pencatatan dan klaim asuransi;
c. melakukan pelayanan perbekalan kesehatan rumah tangga;
d. melakukan pengarsipan resep sesuai data dan ketentuan berlaku;
e. melakukan pemeriksaan kesesuaian pesanan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan; dan
f. melakukan pendistribusian sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan untuk keperluan floor stock.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya : Penggunaan obat pada ibu hamil dan menyusui

Jika Anda ingin mendapatkan pengetahuan lainnya mengenai bisnis apotek, Anda dapat mendownload aplikasi SwipeRx di play store. Selain itu, jika anda ingin mendapatkan keuntungan berbisnis dengan SwipeRx daftarkan apotek anda disini, untuk mendapatkan produk sediaan farmasi 100% original, pengiriman cepat dan harga bersaing.

Topik Populer

Video SwipeRx Terbaru

Farmakepo: Benarkah puasa pemicu gangguan pencernaan?

Baca lainnya

Keuntungan menggunakan SwipeRx?

Lebih dari 200,000 tenaga kefarmasian menggunakan fitur-fitur berguna di aplikasi SwipeRx untuk membantu kehidupan profesional sehari-hari mereka.