<< Kembali ke Blog

Peran Apoteker dalam Pelayanan Aseptic Dispensing

*Ketentuan Ask the Expert

Dalam sesi Ask the Expert kali ini, tim SwipeRx mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Ibu Vania Gones, S.Farm., M.Phil., Apt. mengenai Peran Apoteker dalam Pelayanan Aseptic Dispensing. Beliau merupakan Kepala Instalasi Farmasi di RS MRCCC Siloam Jakarta dengan segudang pengalaman di dunia farmasi rumah sakit. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Indonesian Young Pharmacist Group (IYPG) dimana organisasi ini bernaung di bawah IAI. Dalam wawancara ini, Ibu Vania menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan para pengguna SwipeRx yang telah terpilih untuk sesi kali ini.

 

Q: Ibu, tolong tips dan infonya untuk anak-anak yang mau lanjut ke jenjang universitas dan tertarik untuk mengambil jurusan farmasi. Terima kasih.
Tiara, Apoteker, Jakarta

A: Sebenarnya tipsnya adalah mempersiapkan diri dan cari tahu informasi sebanyak-banyaknya, karena seringkali ketika orang memilih jurusan mereka tidak tahu alasannya mengapa mengambil farmasi. Banyak orang memilih farmasi karena mungkin ingin langsung terjun ke industri, walaupun sebenernya pengalaman dan kesempatan kerja di dunia ini terbuka luas. Ada yang langsung berhubungan dengan masyarakat, seperti saya di rumah sakit, ada juga yang mengembangkan produk di industri, atau ada yang jadi dosen bahkan.


Q: Apa bedanya aseptic dispensing dengan handling sitostatika? Dari aturan hingga prakteknya. Terima kasih.
Nynta, Apoteker, Surabaya

A: Secara aturan tertulis belum ada untuk handling sitostatika. Namun secara prinsip, aseptic dispensing adalah mencampur obat atau sediaan obat di dalam kondisi steril dengan meminimalkan kontaminasi dari luar. Biasanya dalam aseptic dispensing, tujuannya adalah menjaga agar obatnya steril dari kontaminasi dari luar, namun kalau handling sitostatik itu tujuannya selain menjaga kesterilan obat, kita harus menjaga agar kita sebagai petugas kita tidak terkontaminasi dengan obatnya, sehingga persyaratan dari ruangan, alatnya, kerja, dan pelindungnya juga pastinya berbeda.


Q: Ibu Vania, berkaitan dengan pelayanan dispensing aseptic, hal apa saja yang menjadi titik kritis dan harus dicermati? Kemudian, aseptic dispensing menjadi suatu bentuk pelayanan, bukan kegiatan, Mengapa demikian? Mohon penjelasannya. Terima kasih.
Hendrika, Apoteker, Jakarta
A: Sesuai dengan pertanyaan di atas, saya sudah jelaskan bahwa tujuan aseptic dispensing adalah menjaga agar obatnya tidak terkontaminasi dari luar. Titik kritisnya bisa seperti tekanan udara, suhu di dalamnya, kelembaban, perputaran udara dalam ruangan, dan pergerakan kita di dalam ruangan pun harus dijaga. Untuk sitostatika bahkan titik kritisnya makin bertambah, yaitu perlindungan diri petugas agar tidak terkontaminasi oleh bahan obatnya, misalnya dengan berapa lapis sarung tangan disposable nitrile, penggunaan topi, masker, dan baju astronot, dan juga sepatunya dari bahan apa misalnya.


Q: Yth. Ibu Vania saya mau tanya aseptic dispensing berkenaan cytotoxic handling. Standar pemeriksaan kesehatan petugas cytotoxic handling apa saja ya? Apakah cukup hanya dengan pemeriksaan darah rutin saja tiap 6 bulan? Apakah hanya dengan medical check-up (pemeriksaan darah lengkap, SGOT, SGPT, elektrolit darah, sel kanker atau kesuburan dapat terlihat? karena untuk pasien Cancer stadium awal pun tak terlihat signifikan, karena safety ke petugas juga sangat penting yang merupakan aset yang tak hanya aset RS namun juga aset bagi keluarganya? Lalu bagaimana menghadapi akreditasi apabila pihak RS blm mampu melakukan kegiatan Aseptic Dispensing? Terima kasih.
Alamsyah, Apoteker, Jakarta

A: Apa saja sih yang harus diperiksa petugas yang sehari-harinya merekonstitusi obat sitotoksik? Kalau di tempat saya bekerja (red. RS MRCCC Siloam), yang diperiksa cukup standar. Kalau karyawan lain setahun sekali, kalau petugas langsungnya diperiksa dua kali setahun, seperti pemeriksaan darah, urin, dan SGOT/SGPT.
Namun, ketika saya dulu ikut pertemuan internasional dengan RS di luar negeri, mereka mengecek tidak hanya manusianya, namun juga ruangannya, seperti swab analysis dimana mereka mengecek dan menganalisa beberapa ribu titik. Ini dilakukan khususnya bagi beberapa obat tertentu yang punya resiko kontaminasi lingkungan tinggi, seperti Cisplatin. Hal ini saja tidak dilakukan oleh semua RS, karena biayanya sangat besar.
Selain pemeriksaan, harus juga dilakukan penjaminan bahwa pelindung diri serta kondisi dari ruangan dan alat dapat meminimalisir kontaminasi terhadap obat.


Q: Aseptic Dispensing merupakan salah satu produksi yang harus dilaksanakan dengan ruang khusus, alat khusus, serta SDM yang terlatih, bagaimana solusi jika di suatu Rumah Sakit belum bisa melakukan Aseptic Dispensing oleh Apoteker atau TTK, dimana masih dilakukan oleh perawat, terkait dengan keterbatasan SDM, apakah boleh tetap dilakukan oleh perawat dengan dibuatnya Surat Keterangan Direktur terkait pendelegasian atau bagaimana yah bu solusinya, terkait mau Akreditasi, Bu.
Terimakasih banyak atas perhatiannya.
Ika, Apoteker, Kuningan

A: Kalau dilihat dari Standar Akreditasi RS yang terbaru sebenarnya permintaan standar tersebut adalah farmasi yang harus menyediakan sediaan yang dapat langsung digunakan, jadi secara tanggung jawab ada di tangan farmasi. Namun apabila tidak memungkinkan, maka harus jelas di dalam uraian tugas keperawatan itu bahwa pekerjaan mereka memang dijabarkan seperti itu. Kalau di tempat saya bekerja misalnya, tidak semua perawat dapat melakukan administrasi kemoterapi, dan hanya perawat yang sudah tersertifikasi yang bisa. Disini juga ada pelatihan dari farmasi untuk keperawatan untuk bagaimana cara mereka mencampur obatnya.


Q: Seberapa pentingkah teknik aseptic dispensing services dalam proses pencampuran obat injeksi di RS dan apa yang akan terjadi apabila teknik itu tidak dilaksanakan karena belum semua RS melaksanakannya. Terima kasih.
Rara, Mahasiswa, Jakarta Timur

A: Ini adalah tanggung jawab farmasi dan merupakan bagian dalam pelayanan yang dilakukan farmasi. Seperti yang saya sudah jelaskan memang tujuannya adalah menghindari kontaminasi. Dan tidak harus dari fasilitas yang besar atau mahal, karena ada juga alat kesehatan yang cukup inovatif, dimana misalnya perawat atau farmasi dapat mencampurkan vial tanpa membuka vial dan mengeluarkan spuit syringe. Karena apabila fasilitas infrastruktur terlalu berat, ada kalanya bisa digunakan alat-alat disposable yang bisa digunakan sebagai alternatif.


Q: Apa saja tanggung jawab Apoteker dalam aseptic dispensing dan apakah untuk teknik ini hanya Apoteker saja yang bertanggung jawab bagaimana dengan tenaga kesehatan lain. Terima kasih.
Faisal, Apoteker, Jambi

A: Kalau di tempat saya, pelayanan itu berjalan 24 jam sehingga tidak memungkinkan seluruh apoteker mencampur 24 jam, sehingga apoteker ini menjadi supervisor untuk mengontrol kualitas. Yang mencampur dan meracik itu tenaga teknis kefarmasian yang dimana disini telah terlatih dan tersertifikasi. Sebelum mereka masuk, mereka sudah mendapat briefing dan panduan, sehingga mereka tidak mencampur atau menghitung konsentrasi sendiri. Mereka membuat di luar, diberi label high alert. Jadi kalau disini peran apoteker lebih ke quality controller, procedure monitorer, dan sedikit administrasi karyawan.


Q: RS MRCCC Siloam kan RS swasta yang terkenal dengan penanganan pasien kanker, boleh tidak Ibu jelaskan mekanisme aseptic dispensing untuk penanganan sitostatika di RS ibu bekerja? Terima kasih.
Siti Khadijah, Apoteker, Kaltim

A: Kalau secara singkat, pelayanan aseptic dispensing dengan penanganan sitostatika disini itu satu pelayanan yang komprehensif yang berkaitan dengan farmasi klinis, dengan penggunaan protokol dari dokter kemoterapi. Contohnya disini, ada pengecekan ulang berdasarkan referensi regimen yang ada di textbook. Apabila ada perbedaan, misalnya dari urutan, dosis, atau rute penggunaannya, kami akan mengkonfirmasi ulang. Setelah itu semua dilewati dan final bahwa pasien tersebut membutuhkan terapi seperti itu dengan indikasi yang benar, maka akan dibuatkan formulir pencampuran berdasarkan panduan protokol. Asisten apoteker nantinya akan masuk ruangan steril dan bekerja di bawah Cytotoxic Drug Safety Cabinet selama 4 jam untuk mengoplos obat sesuai dengan peraturan. Setelah obatnya keluar, maka akan ada pengelompokkan sesuai pasien dan adanya pengecekan oleh apoteker. Lalu setelah itu obatnya baru dikeluarkan ke ruangan yang membutuhkan.


Q: Hai bu Vania, menurut ibu bagaimanakah teknik mematahkan sediaan ampul yang benar untuk meminimalisir masuknya serpihan kaca ke dalam sediaan obat? Dengan satu atau dua tangan? Dan bisa tolong dijelaskan kelebihan dan kekurangan dari keduanya bu karena beberapa praktisi ada yang mengatakan dua tangan dan yang lainnya menggunakan satu tangan. Saya jadi bingung bu, terima kasih.
Jessica, Apoteker, Jakarta Selatan

Sebenarnya tidak ada yang benar atau salah. Mungkin kalau sudah ahli bisa dengan satu tangan saja. Tapi standar kami di RS MRCCC Siloam adalah dengan dua tangan dan salah satu tangan dilapisi dengan kasa steril untuk mencegah luka. Kalau sampai ada pecahan kaca di dalam, sejauh ini saya belum pernah menerima insiden seperti itu, dan sebenarnya ada produk disposible yang dapat menyaring cairan yang ditarik dari ampul tersebut, termasuk partikel yang sangat kecil.


Q: Saya ingin bertanya untuk menjadi bagian dalam dispensing sediaan steril terutama sediaan sitostatika diwajibkan memiliki sertifikat pelatihan di bidang tersebut kah? Jika kita berminat, bagaimana caranya kita bisa ikut pelatihannya? Terima kasih.
Sari Oktarina, Mahasiswa Farmasi, Palembang

A: Sebenarnya belum ada standar khusus yang mewajibkan sertifikasi, selama orang tersebut petugas kefarmasian maka dia sudah dianggap kompeten oleh institusinya untuk melakukan dispensing sediaan steril. Kalau di RS MRCCC Siloam sendiri, memang ada pelatihan khusus di RS Kanker Dharmais selama sekitar 5 sampai 7 hari.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya : Apoteker Bertanggung Jawab Sesuai Pedoman Disiplin dan Kode Etik!

Jika Anda ingin mendapatkan pengetahuan lainnya mengenai bisnis apotek, Anda dapat mendownload aplikasi SwipeRx di play store. Selain itu, jika anda ingin mendapatkan keuntungan berbisnis dengan SwipeRx daftarkan apotek anda disini, untuk mendapatkan produk sediaan farmasi 100% original, pengiriman cepat dan harga bersaing.

Topik Populer

Video SwipeRx Terbaru

Farmakepo: Benarkah puasa pemicu gangguan pencernaan?

Baca lainnya

Keuntungan menggunakan SwipeRx?

Lebih dari 200,000 tenaga kefarmasian menggunakan fitur-fitur berguna di aplikasi SwipeRx untuk membantu kehidupan profesional sehari-hari mereka.