<< Kembali ke Blog

Mengenal Penyakit Tiroid

Penyakit Tiroid

Penyakit tiroid adalah gangguan atau masalah yang terjadi pada kelenjar tiroid. Kelenjar yang terletak di bawah jakun ini bertugas mengatur berbagai sistem metabolisme dalam tubuh sehingga peranannya sangat penting bagi kita.

Untuk bisa bekerja secara optimal, kelenjar tiroid memerlukan perintah dari kelenjar pituari. Kelenjar yang berada di dekat dasar otak ini akan memproduksi, menyimpan, dan melepaskan thyroid stimulating hormone (TSH) atau pemicu hormon tiroid. Jumlah TSH inilah dapat menjadi salah satu penanda tinggi atau rendahnya hormon tiroid dalam tubuh.

Beberapa fungsi yang dimiliki oleh kelenjar tiroid

  • Mampu mempercepat/memperlambat detak jantung
  • Melakukan kontrol proses pembakaran kalori yang dilakukan oleh tubuh
  • Mengontrol kecepatan proses pergerakan makanan dalam pencernaan
  • Memberi dampak kepada kekuatan otot
  • Menaikkan atau menurunkan suhu tubuh
  • Mengontrol kecepatan tubuh dalam melakukan reproduksi sel
  • Membantu mengoptimalkan pertumbuhan otak, terutama pada anak-anak
  • Membantu pertumbuhan anak-anak
  • Mengaktivasi sistem saraf untuk meningkatkan pusat perhatian dan kecepatan refleks tubuh

Apa saja faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit tiroid?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko penyakit tiroid, termasuk:

  • Jenis kelamin: Wanita lebih rentan terhadap tiroiditis Hashimoto
  • Umur: Penyakit tiroid dapat terjadi pada orang semua umur namun paling sering pada orang paruh baya
  • Genetik: risiko lebih tinggi jika ada anggota keluarga dengan penyakit tiroid atau penyakit autoimun lainnya
  • Penyakit autoimun lainnya: rheumatoid arthritis, diabetes tipe 1, lupus erythematosus

Jenis penyakit tiroid

Jenis-jenis Penyakit Tiroid

  • Hipotiroidisme
    Hipotiroidisme adalah kondisi terlalu sedikitnya hormon tiroksin yang diproduksi oleh kelenjar tiroid sehingga tubuh mengalami defisiensi. Kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita (terutama lansia) dan memiliki gejala-gejala umum seperti konstipasi, kulit kering, kelelahan, kenaikan berat badan tanpa sebab jelas, serta lebih sensitive terhadap hawa dingin.
  • Hipertiroidisme
    Hipertiroidisme adalah kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh. Penyakit ini umumnya ditandai dengan detak jantung yang cepat atau tidak beraturan, penurunan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba meski nafsu makan meningkat, berkeringat, gugup serta cemas.
  • Penyakit Gondok
    Pembengkakan kelenjar tiroid yang umumnya menyebabkan benjolan pada leher.  Gejala utamanya mengalami benjolan dileher, perubahan suara, kesulitan bernapas dan menelan, serta rasa sesak pada tenggorokan.
  • Nodul Tiroid
    Nodul tiroid adalah benjolan yang ditemukan di dalam kelenjar tiroid. Benjolan ini bisa mulai memproduksi hormon tiroid tingkat tinggi, yang menyebabkan hipertiroidisme. Benjolan padat atau berisi air yang timbul dalam kelenjar tiroid bisa berupa tumor jinak atau kista. Benjolan besar mungkin tampak jelas, sementara nodul lebih kecil dapat divisualisasikan dengan pemeriksaan ultrasound tiroid. Gejalanya jarang terlihat hingga terdeteksi saat penderitanya menjalani pemeriksaan kesehatan.
  • Kanker Tiroid
    Kanker tiroid tidak umum terjadi, dan ini adalah jenis kanker yang paling mematikan. Gejala kanker tiroid berupa benjolan atau pembengkakan di kelenjar tiroid. Hanya sekitar 5% nodul tiroid yang ganas (kanker).

Diagnosis Penyakit Tiroid

Proses diagnosis penyakit tiroid membutuhkan beberapa pemeriksaan yang dilakukan secara mendetail. Jenis pemeriksaan tersebut meliputi tes darah, USG, pemindaian dengan isotop radioaktif serta biopsy melalui aspirasi jarum halus.

Tes darah bisa mendiagnosis banyak kondisi tiroid. Thyroid-stimulating hormone (TSH) adalah hormon yang mengendalikan aktivitas kelenjar tiroid. Jika kadar TSH tinggi, ini biasanya memberi sinyal bahwa fungsi tiroid kita rendah (hipotiroidisme). Sebaliknya, kadar TSH rendah menunjukkan hipertiroid. Dokter mungkin juga menyarankan tes untuk menentukan kadar hormon tiroid lainnya seperti pemindaian dengan isotop radioaktif atau biopsy jaringan.

Pengobatan penyakit tiroid

Pengobatan Penyakit Tiroid

Hipotiroidisme

Pengobatan untuk hipotiroidisme biasanya melibatkan penggunaan hormon tiroid dalam bentuk pil. Gejala biasanya membaik dalam beberapa minggu setelah mulai terapi. Sebagian besar dari mereka yang terkena dampak harus mengkonsumsi hormon tiroid sepanjang hidup mereka. Seiring waktu, pengobatan bisa mengakibatkan penurunan berat badan, peningkatan energi, dan penurunan kadar kolesterol.

Hipertiroidisme

Ada beberapa perawatan yang tersedia untuk melawan hipertiroidisme.

  • Obat Anti-Thyroid
    Obat antitiroid, yang mencoba menurunkan jumlah hormon tiroid yang dihasilkan, adalah pengobatan yang paling umum untuk hipertiroidisme. Banyak orang perlu minum obat ini dalam jangka panjang
  • Iodium radioaktif
    Yodium radioaktif adalah pilihan pengobatan yang menghancurkan kelenjar tiroid selama beberapa minggu. Ini adalah obat oral.
  • Beta Blockers
    Beta blocker tidak benar-benar mengobati gangguan tingkat tiroid, namun memperbaiki gejala tekanan darah tinggi, denyut jantung cepat, dan palpitasi jantung.
  • Pembedahan
    Pembedahan untuk mengangkat kelenjar tiroid direkomendasikan untuk hipertiroidisme bila obat antitiroid tidak bekerja, atau jika terjadi pembesaran kelenjar yang parah.

Gondokan

Metode-metode penanganan yang dianjurkan oleh dokter meliputi pengunaan obat penurun hormone tiroid, terapi penggantian hormone, terapi yodium radioaktif, dan operasi.

Nodul Tiroid

Pembedahan bisa menjadi cara untuk mengobati nodul tiroid. Setelah operasi pengangkatan kelenjar, kebanyakan orang perlu minum hormon tiroid dalam bentuk pil.

Kanker Tiroid

Beberapa kanker tiroid, namun tidak semuanya, diobati dengan operasi yang diikuti dengan terapi yodium radioaktif atau terapi radiasi. Kanker tiroid hampir tidak pernah diobati dengan radiasi eksternal.

Pencegahan penyakit tiroid

Pencegahan penyakit tiroid

Penyakit tiroid dapat dicegah dengan pola hidup sehat, sadar akan gejala yang terjadi dan melakukan pemeriksaan sedini mungkin. Beberapa cara pencegahan penyakit tiroid antara lain:

  • Berhenti merokok
  • Kurangi mengkonsumsi kedelai
  • Mengkonsumsi suplemen yodium
  • Pilih produk bebas fluoride
  • Kenali gejala awal
  • Lakukan diagnosis lebih awal

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya : Mari Mengenal Canker Sore

Jika Anda ingin mendapatkan pengetahuan lainnya mengenai bisnis apotek, Anda dapat mendownload aplikasi SwipeRx di play store. Selain itu, jika anda ingin mendapatkan keuntungan berbisnis dengan SwipeRx daftarkan apotek anda disini, untuk mendapatkan produk sediaan farmasi 100% original, pengiriman cepat dan harga bersaing.

 

Referensi :

www.alodokter.com

health.detik.com

www.onhealth.com

Topik Populer

Video SwipeRx Terbaru

Farmakepo: Benarkah puasa pemicu gangguan pencernaan?

Baca lainnya

Keuntungan menggunakan SwipeRx?

Lebih dari 200,000 tenaga kefarmasian menggunakan fitur-fitur berguna di aplikasi SwipeRx untuk membantu kehidupan profesional sehari-hari mereka.