<< Kembali ke Blog

Mari Deteksi Gejala Stroke

Stroke dapat mucul kapan saja, dimana saja dan pada siapa saja, baik saat seseorang sedang melakukan aktivitas maupun ketika sedang istirahat, bahkan terkadang tanpa gejala penyerta sehingga kondisi sebelumnya benar-benar normal. Berdasarkan data di lapangan, angka kejadian stroke meningkat secara drastis seiring usia. Setiap penambahan usia 10 tahun sejak usia 35 tahun, risiko stroke meningkat dua kali lipat. Sekitar lima persen orang berusia di atas 65 tahun pernah mengalami setidaknya satu kali stroke.

apa itu stroke

 

Apa itu Stroke?

Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak yang disebabkan oleh gangguan fungsi otak sebagian atau menyeluruh. Gangguan fungsi disebabkan oleh gangguan aliran darah karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak. Oleh karena gangguan tersebut menyebabkan sel-sel otak kekurangan darah, oksigen atau zat-zat makanan dan akhirnya dapat terjadi kematian sel-sel tersebut dalam waktu relatif singkat.

Jenis stroke

Apa saja jenis dari stroke?

Secara praktis, stroke dapat dibagi menjadi dua macam, antara lain :

  1. Stroke sumbatan (Iskemik)

Stroke sumbatan dapat disebabkan oleh sumbatan setempat pada suatu pembuluh darah tertentu di otak yang sebelumnya sudah mengalami proses aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah akibat penumpukan lemak) yang dipercepat oleh beberapa faktor risiko. Sumbatan juga dapat disebabkan oleh thrombus atau bekuan darah yang berasal dari lokasi lain misalnya plak di dinding pembuluh darah leher yang besar atau dari jantung (emboli).

  1. Stroke pendarahan (Hemoragik)

Stroke pendarahan yang disebabkan oleh pecahnya cabang pembuluh darah tertentu di otak akibat dari kerapuhan dinding pembuluh darah yang sudah berlangsung lama (proses aterosklerosis/penuaan pembuluh darah).

faktor stroke

Apa saja faktor resiko terjadinya stroke?

Faktor yang tidak dapat dicegah :

  1. Usia : tercatat 1 dari 4 orang dengan usia 65 tahun keatas mengalami stroke.
  2. Ras : seseorang yang memiliki ras Afrika, Amerika dan Spanyol memiliki resiko tinggi mengalami stroke dibandingkan dengan orang dari ras lain.
  3. Jenis kelamin : Stroke sering terjadi pada laki-laki, tetapi tercatat banyak pula wanita yang meninggal dunia setiap tahunnya karena stroke.
  4. Riwayat keluarga : Seseorang memiliki resiko yang besar bila salah satu anggota keluarganya terkena stroke.

Faktor yang dapat dicegah :

  1. Tekanan darah tinggi
  2. Atrial fibrilation (A-fib)
  3. Kolesterol tinggi
  4. Menghentikan kebiasaan merokok
  5. Mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes
  6. Kurang olahraga dan obesitas
  7. Konsumsi alkohol
  8. Obat-obatan ( kokain, amfetamin, extasy, heroin, pil yang mengandung hormon estrogen tinggi)
  9. Diduga beberapa macam over the counter drugs yang mengandung fenilpropanolamin dan efedrin dosis tinggi dapat memicu terjadinya stroke
  10. Stress yang berkepanjangan

Apa saja gejala yang harus diperhatikan?

Stroke merupakan suatu keadaan darurat dalam bidang penyakit saraf (neurologi). Bila tidak ditangani dengan baik dan segera, stroke dapat menyebabkan kecacatan dan bahkan kematian. Berikut ini adalah gejala stroke yang harus mendapatkan penanganan segera, antara lain:

  • Tiba-tiba mati rasa tertentu di salah satu bagian tubuh
  • Pusing dan/ atau hilangnya koordinasi mendadak
  • Masalah pada penglihatan, tiba-tiba hanya dapat melihat dengan satu mata
  • Kebingungan tiba-tiba dan kesulitan bicara
  • Tiba-tiba sakit kepala parah tanpa diketahui penyebabnya

gejala umum stroe

Bagaimana penanganan yang cepat dan tepat agar terhindar dari komplikasi stroke?

Stroke dapat mematikan otak hanya dalam hitungan menit, jadi sangat penting jika seseorang mengenali gejala stroke dan segera menanganinya. Ada empat langkah yang harus diketahi untuk mendeteksi stroke secara dini.

Empat langkah tersebut adalah F-A-S-T

F : Face Drooping

A : Arm Weakness

S : Speech Difficulty

T : Time to Call 911

  1. Face (Wajah)

Dapat diartikan sebagai senyum yang tidak simetris. Mintalah orang yang dicurigai mengalami stroke untuk tersenyum. Perhatikan apakah wajahnya tampak simetris atau tidak?

  1. Arm (Lengan)

Apakah salah satu tangan anda merasa lemah atau mati rasa? Untuk dapat mengetahuinya anda bisa mengangkat kedua tangan secara bersamaan ke atas. Jika salah satu tangan anda terjatuh, hal ini bisa menjadi indikasi penyebab stroke.

  1. Speech (Bicara)

Bisakah anda mengucapkan dan mengulangi satu kata sederhana yang jelas? Dan apakah kalimat tersebut sulit sekali dimengerti oleh orang lain? Jika jawaban pertama tidak dan kedua iya, hal ini juga bisa menjadi salah satu potensi anda terkena stroke.

  1. Time (Waktu)

Jika satu atau ketiga langkah di atas tersebut ada pada diri anda atau anggota keluarga anda, segera lakukan langkah ke empat yaitu Time to Call 911. Nomor darurat ini akan segera menghubungkan anda pada rumah sakit, dokter atau lembaga kesehatan lainnya untuk mendapatkan pengecekan secara lanjut mengenai gejala stroke yang timbul.

Baca Juga Artikel Lainnya : Bagaimana Jika Ujian Osce dan Ospe Apoteker Ditiadakan?

Jika Anda ingin mendapatkan pengetahuan lainnya mengenai bisnis apotek, Anda dapat mendownload aplikasi SwipeRx di play store. Selain itu, jika anda ingin mendapatkan keuntungan berbisnis dengan SwipeRx daftarkan apotek anda disini, untuk mendapatkan produk sediaan farmasi 100% original, pengiriman cepat dan harga bersaing.

Source :

http://www.campurantekinfo.com/2016/05/cara-terbaik-untuk-mendukung-stroke.html?m=1

http://www.yastroki.or.id/read.php?id=340

http://www.ekahospital.com/identify-early-signs-of-stroke-with-fast/

http://meetdoctor.com/article/f-a-s-t-cara-mudah-mendeteksi-stroke#/page/2

 

Topik Populer

Video SwipeRx Terbaru

Farmakepo: Benarkah puasa pemicu gangguan pencernaan?

Baca lainnya

Keuntungan menggunakan SwipeRx?

Lebih dari 200,000 tenaga kefarmasian menggunakan fitur-fitur berguna di aplikasi SwipeRx untuk membantu kehidupan profesional sehari-hari mereka.