<< Kembali ke Blog

Efek Samping Obat

efek samping obat

Efek samping obat merupakan peristiwa yang tidak diinginkan atau tak terduga atau reaksi terhadap suatu obat. Efek samping dapat bervariasi dari masalah kecil seperti pilek hingga peristiwa yang mengancam jiwa, seperti peningkatan risiko serangan jantung. Walaupun tidak semua obat memiliki efek samping obat yang merugikan, akan tetapi perlu upaya untuk mencegah terjadinya hal-hal berbahaya akhibat penggunaan obat. Untuk itu kita perlu memahami dan mewaspadai efek samping obat.

Apa itu efek samping obat?

Efek samping obat adalah semua efek yang tidak dikehendaki yang membahayakan atau merugikan pasien (adverse reactions) akhibat penggunaan obat. Masalah efek samping obat tidak bisa dikesampingkan karena dapat menimbulkan berbagai dampak dalam penggunaan obat baik dari sisi ekonomik, psikologi dan keberhasilan terapi. Dampak ekonomi seperti meningkatnya biaya pengobatan, dampak psikologi pada kepatuhan penderita dalam minum obat akan berakhibat pada kegagalan terapi.

Apa saja faktor pemicu terjadinya efek samping obat?

Faktor-faktor pendorong terjadinya efek samping obat dapat berasal dari faktor pasien dan dari faktor obatnya sendiri.

  1. Faktor pasien.

Yaitu faktor intrinsik yang berasal dari pasien, seperti umur, faktor genetik, dan penyakit yang diderita

  • Umur

Pada pasien anak-anak (khususnya bayi) sistem metabolismenya belum sempurna sehingga kemungkinan terjadinya efek samping dapat lebih besar, begitu juga pada pasien geriatrik (lansia) yang kondisi tubuhnya sudah menurun.

  • Genetik dan kecenderungan untuk alergi

Pada orang-orang tertentu dengan variasi atau kelainan genetik, suatu obat mungkin dapat memberikan efek farmakologi yang berlebihan sehingga dapat menyebabkan timbulnya efek samping. Genetik ini juga berhubungan dengan kecenderungan terjadinya alergi. Contohnya pada penisilin, sekitar 1-5% orang yang mengonsumsi penisilin mungkin mengalami reaksi alergi.

  • Penyakit yang diderita

Untuk pasien yang mengidap suatu penyakit tertentu, hal ini memerlukan perhatian khusus. Misalnya untuk pasien yang memiliki gangguan hati atau ginjal, beberapa obat dapat menyebabkan efek samping serius, maka harus dikonsultasikan pada dokter mengenai penggunaan obatnya.

  1. Faktor intrinsik dari obat.

Yaitu sifat dan potensi obat untuk menimbulkan efek samping, seperti pemilihan obat, jangka waktu penggunaan obat, dan adanya interaksi antar obat.

  • Pemilihan obat

Setiap obat tentu memiliki mekanisme kerja yang berbeda-beda, tempat kerja yang berbeda, dan tentunya efek yang berbeda pula. Maka dari itu, harus diwaspadai juga efek samping yang mungkin terjadi dari obat yang dikonsumsi

  • Jangka waktu penggunaan obat

Efek samping beberapa obat dapat timbul jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Contohnya penggunaan parasetamol dosis tinggi pada waktu lama akan menyebabkan hepatotoksik atau  penggunaan kortikosteroid oral pada jangka waktu lama juga dapat menimbulkan efek samping yang cukup serius seperti moonface, hiperglikemia, hipertensi, dan lain-lain. Lain lagi dengan penggunaan AINS (anti inflamasi non steroid) berkepanjangan, dapat muncul efek samping berupa iritasi dan nyeri lambung.

  • Interaksi obat

Interaksi obat juga merupakan salah satu penyebab efek samping. Ada beberapa obat ketika dikonsumsi secara bersamaan, akan muncul efek yang tidak diinginkan. Contohnya kombinasi antara obat hipertensi inhibitor ACE dengan diuretik potasium-sparing (spironolakton) dapat menyebabkan hiperkalemia.

Apa saja gejala yang ditimbulkan oleh efek samping obat?

  1. Efek samping umum
  • Pusing
  • Mual
  • Sembelit
  • Diare
  • Drowiness
  • Nyeri dan
  • Reaksi kulit
  1. Efek samping serius
  • Kematian
  • Kelemahan fisik
  • Kondisi jantung
  • Stroke
  • Kanker

Bagaimana mencegah munculnya efek samping obat?

  1. Baca dosis dan aturan pakai penggunaan obat sesuai dengan yang tertera di leafleat atau yang diresepkan oleh dokter.
  2. Pergunakan obat sesuai dengan indikasi yang jelas dan tepat sesuai yang tertera di leafleat atau yang diresepkan oleh dokter.
  3. Berikan perhatian khusus terhadap penggunaan dan dosis obat pada bayi, pasien usia lanjut dan pasien dengan penyakit ginjal atau hati.
  4. Perhatikan dan catat riwayat alergi akhibat penggunaan obat
  5. Beritahukan kepada dokter apabila memiliki kondisi khusus seperti ibu hamil, ibu menyusui, alergi terhadap obat tertentu, memiliki riwayat diabetes, penyakit ginjal atau liver, sedang meminum obat lain atau suplemen herbal.
  6. Hindari penggunaan berbagai jenis obat dan kombinasi sekaligus.
  7. Mintalah dokter mengevaluasi penggunaan obat dalam jangka panjang.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya : Apa Itu Anemia ?

Jika Anda ingin mendapatkan pengetahuan lainnya mengenai bisnis apotek, Anda dapat mendownload aplikasi SwipeRx di play store. Selain itu, jika anda ingin mendapatkan keuntungan berbisnis dengan SwipeRx daftarkan apotek anda disini, untuk mendapatkan produk sediaan farmasi 100% original, pengiriman cepat dan harga bersaing.

Source :

http://uad.ac.id/id/waspada-efek-samping-obat

Dwi, F.Y. 2010. Efek Samping Obat. Hilal Ahmar Jakarta.

Ikawati, Z. 2010. Cerdas Mengenali Obat. Yogyakarta: Kanisius. Hal 52-56

Topik Populer

Video SwipeRx Terbaru

Farmakepo: Benarkah puasa pemicu gangguan pencernaan?

Baca lainnya

Keuntungan menggunakan SwipeRx?

Lebih dari 200,000 tenaga kefarmasian menggunakan fitur-fitur berguna di aplikasi SwipeRx untuk membantu kehidupan profesional sehari-hari mereka.