<< Kembali ke Blog

Benarkah Bisnis Apotek Menguntungkan?

Ketika anda ingin menjalankan suatu bisnis, hal pertama yang anda pertimbangkan pasti mengenai keuntungan bisnis yang akan anda dapatkan di kemudian hari. Tak terkecuali saat anda ingin mendirikan bisnis apotek. Singkatnya bisnis apotek ini memiliki dua sisi bisnis yaitu penjualan obat dan juga pelayanan kefarmasian. Kedua sisi ini harus dijalankan secara seimbang, apotek yang hanya mementingkan penjualan obat semata akan membahayakan keberlangsungan bisnis apotek dan keselamatan pelanggan. Sedangkan bisnis apotek yang hanya berfokus pada pelayanan kefarmasian akan kesulitan dalam hal keuangan.

Sebagai pemilik apotek anda harus dapat mengubah pelayanan kefarmasian yang anda berikan menjadi sesuatu yang bernilai uang baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika kualitas pelayanan kefarmasian baik sebenarnya dapat menjadi media promosi apotek anda dan anda dapat memberikan harga jasa atas pelayanan kefarmasian tertentu contohnya adalah pelayanan peracikan resep. Untung atau tidaknya bisnis apotek ini sangat bergantung pada strategi pengelolaan bisnis anda dan setidaknya ada enam faktor yang dapat menentukan keuntungan apotek anda :

  1. Target Pasar

Target market apotek ini merupakan faktor terbesar yang menentukan keuntungan bisnis apotek yang akan Anda dapatkan. Pastikan Anda mempunyai satu fokus kelompok target market penjualan dan fokuskan dengan memenuhi permintaan obat dari target tersebut. Nah dalam menentukan target market tersebut anda harus melakukan riset berdasarkan kondisi kebutuhan masyarakat di sekitar apotek. Contohnya jika disekitar apotek banyak penduduk yang menderita penyakit diabetes, maka berfokus dengan menyediakan pelayanan diabetes yang unggul merupakan strategi pasar yang memberikan peluang keuntungan.

  1. Menentukan Margin Apotek

Umumnya margin apotek yang digunakan oleh apotek adalah sekitar 20% dari harga netto obat. Namun hal ini juga harus menyesuaikan kemampuan daya beli dari masyarakat di sekitar apotek. Jangan sampai karena ingin mendapatkan margin yang besar Anda kehilangan pelanggan. Anda dapat membagi beberapa kelas sediaan farmasi berdasarkan kelas keuntungan yang Anda inginkan, misalkan jika pada obat generik anda tidak dapat mengambil margin yang rendah, namun pada peracikan resep obat bermerek anda dapat mendapatkan margin yang lebih besar.

  1. Jumlah Kebutuhan Obat Resep

Jumlah resep yang apotek Anda layani setiap hari dapat menjadi gambaran secara kasar terhadap peluang keuntungan bisnis apotek. Secara tidak langsung kebutuhan obat resep juga dapat meningkatkan peluang terjualnya obat OTC seperti suplemen, vitamin, madu, dan obat herbal lainnya. Saat ini anda juga dapat bekerja sama dengan platform digital yang memungkinkan pembelian obat resep dan OTC secara online. Namun harus tetap berhati-hati dalam memilih rekanan platform digital tersebut, pastikan operasional mereka tidak melanggar peraturan distribusi obat terutama obat antibiotik dan obat keras lainnya.

Jumlah kebutuhan resep ini sebaiknya telah diteliti sejak pemilihan lokasi pendirian apotek. Data jumlah resep ini dapat diperkirakan dari jarak apotek dengan fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik, dan praktek dokter. Anda juga dapat menjalin kerjasama dengan fasilitas kesehatan tersebut untuk merekomendasikan apotek anda dalam pemenuhan kebutuhan farmasi yang tidak tersedia pada mereka.

  1. Fasilitas Pengantaran Online

Pada kota-kota besar, masyarakat seringkali lebih berminat untuk pembelian barang kebutuhannya secara online. Sehingga jika anda juga mengembangkan bisnis apotek anda untuk melayani pembelian online akan menambahkan nilai bisnis apotek. Namun sekali lagi pastikan bahwa meskipun online kualitas barang tidak menurun dan tetap berikan pelayanan informasi obat baik secara online ataupun secara sederhana dengan kartu minum obat. Jika pelanggan puas rating apotek anda akan meningkat dan menggiring pelanggan lain untuk bertransaksi di apotek anda.

  1. Manajemen Finansial

Salah satu faktor yang menentukan keuntungan sebuah bisnis adalah manajemen keuangannya. Prinsip dasar dari pengelolaan uang adalah membuka cabang kran pemasukan atau volume penjualan, mengurangi biaya pengeluaran, dan menginvestasikan keuntungan.Saat ini banyak para pebisnis yang tidak memutarkan uang keuntungannya menjadi investasi bentuk lain. Padahal jika keuntungan tersebut diputarkan maka dapat menghasilkan keuntungan yang lain, misalnya dengan membeli emas, investasi properti, investasi saham dan lain sebagainya. Terlebih jika margin dari apotek tidak dapat diandalkan. Oleh karena itu, pengetahuan tentang manajemen uang sangat diperlukan sebagai ilmu dasar seorang pemilik bisnis

  1. Optimisme Pebisnis

Daya semangat yang tinggi dari pemilik bisnis sangat berpengaruh terhadap kelancaran bisnis. Semua bisnis pasti memiliki masalah, namun kemauan untuk keluar dari masalah tersebutlah yang membedakan antara pebisnis yang sukses dan yang gagal. Terutama pada bisnis apotek dengan persaingan yang semakin ketat, maka pemilik bisnis harus mempunyai jiwa inovatif dan kemampuan dalam mengembangkan bisnisnya. Jika ingin mendapatkan peluang keuntungan yang besar maka strategi operasional bisnis anda juga harus terdepan dibandingkan dengan apotek kompetitor anda.

Baca Juga : 5 Praktik inventaris terbaik dalam menghemat waktu dan meningkatkan keuntungan apotek

Dengan memaksimalkan ke-enam faktor diatas, maka akan dapat menjamin bisnis anda tetap menguntungkan. Jika anda ingin mengetahui informasi lainnya tentang bisnis apotek anda dapat membaca artikel-artikel kami sebelumnya dan bergabunglah dengan kami SwipeRx aplikasi digital pengadaan obat yang menawarkan jaminan 100% produk original dari PBF terpercaya, layanan pengiriman cepat, dan harga yang kompetitif. Daftarkan apotek di sini sekarang!

Topik Populer

Video SwipeRx Terbaru

Farmakepo: Benarkah puasa pemicu gangguan pencernaan?

Baca lainnya

Keuntungan menggunakan SwipeRx?

Lebih dari 200,000 tenaga kefarmasian menggunakan fitur-fitur berguna di aplikasi SwipeRx untuk membantu kehidupan profesional sehari-hari mereka.